Koperasi “Simpan Pinjam” Membantu Memulihkan Ekonomi Jerman Pasca Kalah Perang.

Jerman Menjadi Pelopor Koperasi Simpang Pinjam di dunia, Diawali dari kendala para petani yang tidak bisa bekerja karena musim dingin yang berkepanjangan, Akibatnya terjadi kondisi kelaparan dan kemiskinan yang meluas di masyarakat.

Revolusi Industri

Para bangsa dan golongan kelas atas memanfaatkan hal ini untuk melakukan bisnis pinjam uang dengan bunga yang tinggi sehingga banyak masyarakat ter jerat hutang dan jika mereka tidak bisa membayar maka sisa harta benda mereka yang akan disita.

Hal ini di per parah dengan Revolusi industri yang menjalar ke seluruh negara eropa membuat angka pengangguran semakin tinggi, Hal yang sama yang membuat berdirinya koperasi koperasi di inggris, prancis dan negara negara eropa lainnya.

Friedrich Wilhelm Raiffeisen, wali kota dari Flammersfield, lalu ber-inisiatif mengumpulkan para dermawan dari golongan atas untuk menyumbangkan batuan bagi masyarakat, Tapi gaya hidup konsumtif masyarakat jerman pada saat itu adalah sumber utama masalah kemiskinan mereka. hal ini sejalan dengan perkataan dari Louis Blanc dalam revolusi koperasi di prancis tentang kemiskinan.

baca juga : Revolusi Perkumpulan Pengusaha kecil dalam membangun Koperasi Produsen di prancis.

Dengan mundurnya para dermawan , Raiffeisen kemudian mulai melirik para pemilik pabrik roti untuk memberikan bantuan, Namun usaha ini pun tak menyelesaikan masalah. Hari ini diberi roti, besok sudah habis, begitu seterusnya.

Dari sini Raiffeisen memunculkan gagasan masyarakat perlu membantu satu sama lain dengan saling mengumpulkan meminjamkan uang mereka kepada sesama, Pinjaman pun harus digunakan untuk tujuan yang produktif dan tidak digunakan untuk keperluan pribadi dan perilaku si peminjam lah yang menjadi jaminan.

Kemudian Raiffeisen bersama kaum buruh dan petani akhirnya membentuk koperasi bernama Credit Union (CU). Koperasi kredit atau Credit Union sebuah lembaga keuangan yang bergerak di bidang simpan pinjam yang dikelola oleh anggotanya dan bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya sendiri.

Koperasi kredit atau Credit Union (CU) bergerak berdasarkan 3 prinsip :

1) Prinsip Swadaya di mana tabungan hanya diperoleh dari anggotanya saja.

2) Prinsip Setia kawan di mana pinjaman hanya diberikan kepada anggotanya saja.

3) Prinsip Pendidikan dan penyadaran yang bertujuan untuk membangun perilaku di mana seseorang dengan perilaku baik yang dapat diberi pinjaman, Perilaku si peminjam lah yang menjadi jaminan.

Para pelaku koperasi di jerman kemudian membuat bank koperasi yang diberi nama Raiffeisenbank yang menjadi bank penjamin koperasi simpan pinjam di jerman.

Credit Union yang bermula dari kaum buruh dan tani ini kini telah menyebar ke seluruh dunia.

Setelah jerman kalah pada perang dunia 2, ketika itu kemiskinan merajalela di kalangan masyarakat dan pemerintah sangat gencar melakukan pemulihan ekonomi dan koperasi berperan besar dalam membangun kembalinya pemulihan ekonomi negara jerman.

Raiffeisenbank yang sudah mengakar kuat di masyarakat jerman berhasil memenuhi kebutuhan masyarakat dan berhasil membuat kondisi rakyat membaik secara mandiri tanpa bantuan pemerintahan.

Pemerintah yang memang fokus membenahi ekonomi dalam tingkat makro sangat terbantu dengan peranan bank-bank koperasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat hal ini membuat peranan bank koperasi di daerah-daerah pedesaan Jerman
tidak pernah ter gantikan oleh bank-bank swasta, Kontribusi nya dalam menciptakan negara kesejahteraan sangat besar, dengan rentang 125 tahun bank koperasi selalu “mendampingi” rakyat Jerman dari masa ke masa.

Misi “menghantarkan masyarakat dalam mencapai tujuannya”, memang diwujudkan dalam program nyata, bukan sekadar bahasa iklan.

Sumber : https://www.dgrv.coop/
https://unrcpd.org/event/workshop-on-building-capacity-in-salw-control-through-united-nations-programme-of-action/german-cooperation-logo/

Baca juga : Koperasi Syariah Diyakini Tingkatkan Perekonomian