Cara Menentukan Prioritas Koperasi

Membangun koperasi bukan hal mudah. Banyak orang membangun koperasi seringkali mengalami kegagalan dalam waktu 1 tahun setelah beroperasi karena tidak mampu menentukan prioritas.

Seringkali ini terjadi karena tidak ada titik temu bagi  kepentingan para anggota untuk sepakat terkait prioritas bersama. Belum lagi, tantangan bisnis dan pekerjaan  yang terus berubah seiring perkembangan zaman.

Di koperasi, kita terlalu terpacu menggugurkan tugas diberikan kepada kita. Namun, kita tidak tahu seberapa penting apa yang kita kerjakan untuk kemajuan koperasi kita.

Tidak memiliki prioritas yang jelas, membuat koperasi terombang-ambing dan berjalan tanpa arah hingga kelelahan sendiri. Akhirnya, produktivitas yang terlihat optimal hanya menghasilkan sesuatu yang tidak berguna.

Masalah utama produktivitas menurut David Allen dalam buku “Getting Things Done” adalah prioritas pekerjaan yang tidak ditetapkan dan direncanakan dengan baik akan memaksa otak untuk terus mencari solusi-solusi alternatif yang malah makin merepotkan.

Usaha mencari solusi alternatif secara terus-menerus akan sangat melelahkan karena sangat menguras waktu dan tenaga. Pada titik tertentu, kebanyakan “solusi-solusi” untuk “masalah-masalah” dapat membuat koperasi kita berantakan sebelum bertindak.

baca juga : Koperasi Untuk Pemerataan Ekonomi

Mengurai benang kusut tersebut, Peter Drucker, penulis buku The Effective Executive, berpendapat bahwa daripada “mengerjakan pekerjaan dengan benar”, kita harus efektif “mengerjakan pekerjaan yang benar”.

Dari Drucker, koperasi kita dapat belajar untuk fokus mencari solusi pada prioritas yang paling fundamental dalam bisnis kita. Mengingat waktu adalah sumberdaya yang paling terbatas dimiliki organisasi. Jangan sampai waktu kita lebih banyak tersita untuk mengurusi hal-hal yang bukan menjadi  prioritas organisasi.

Berangkat dari rumitnya menentukan prioritas dalam koperasi, ada lima langkah konkrit dalam mengatur prioritas di koperasi kita.

Pertama, kumpulkan masalah dan peluang yang paling membutuhkan perhatian pengurus koperasi. Kedua, tentukan masalah dan peluang yang akan menjadi pekerjaan bersama. Ketiga,  tentukan hasil yang akan menjadi tujuan dari pekerjaan prioritas. Keempat,  tinjau kembali prioritas-prioritas yang benar-benar penting bagi kemajuan koperasi. Kelima, membuat komitmen untuk mengerjakannya dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

baca juga : Kekuatan-ber-koperasi

(Source : http://idxcoop.kemenkopukm.go.id/)